Total Tayangan Halaman
Jumat, 28 Juni 2013
SMA N SIRAMPOG TOUR PANGANDARAN
SMA N SIRAMPOG TOUR DE PANGANDARAN, GREEN CANYON '' KUTENYA JAWA BARAT ''
Pak Royani, Abduloh, Heri, Adi, Arif, Ali, Teguh Priyono, Anwar, Agus, Wirjo, Sigit, Dedi, Ade, Efi n Mr Goerge '' Si' Bule ''.
Kamis, 06 Juni 2013
NUPTK PADAMU NEGERI
Salam PADAMU NEGERI.
Pada hari ini tanggal 3 Juni 2013 Layanan Transaksional PADAMU NEGERI telah dibuka hingga 30 September 2013.
Kami himbau kepada semua pemilik NUPTK untuk mencari data masing-masing di situs ini dan melaksanakan prosedur VerVal NUPTK sesuai panduan yang tertulis pada Formulir ke Admin Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Admin Sekolah Induk masing-masing.
Surat Aktivasi Akun Login
Layanan PADAMU NEGERI tingkat Admin Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
dapat diambil di LPMP setempat. Dan Surat Aktifasi Akun Login PADAMU
NEGERI setiap sekolah dapat diambil ke Admin Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota masing-masing.
Perlu dipahami dan dimaklumi bahwa proses distribusi Surat Aktivasi Akun Login
ke setiap Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan ke seluruh sekolah masih
berlangsung selama bulan Juni 2013 sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Mohon kerjasama semua pihak untuk saling mendukung dan bersinergi
membantu proses distribusi Surat Aktifasi Akun Login dimaksud.
Perlu kami sampaikan pula bahwa pelaksanaan proses Pengajuan NUPTK baru
bagi PTK yang belum memilikinya akan dibuka mulai hari Senin tanggal 24
Juni 2013. Syarat dan ketentuan pengajuan NUPTK baru dimaksud akan
diinformasikan dalam waktu dekat di situs ini.
Hormat Kami
Tim Admin Pusat
PADAMU NEGERI INDONESIA-ku
BPSDMPK-PMP KEMDIKBUD 2013
Tim Admin Pusat
PADAMU NEGERI INDONESIA-ku
BPSDMPK-PMP KEMDIKBUD 2013
Rabu, 01 Mei 2013
Jumat, 26 April 2013
Novel Tanpa Huruf '' R ''
laporan Novel Tanpa Huruf R; Potret Masyarakat Yang Sakit
Harry Mulyawan
Aria Kusumadewa
is back. Setelah beberapa waktu lalu Aria muncul dengan Beth, sempat
nongol sebagai bintang iklan maka Aria kali ini kembali hadir dengan
dengan Novel tanpa Huruf R.
Film ini bercerita
tentang karakter bernama Drum yang lekat dengan berbagai peristiwa kekerasan
semenjak kecil. Ayah, ibunya, kekasih hingga anjingnya pun mati karena
kekerasan. Hingga pada sebuah kesempatan ia bertemu dengan karakter
lain bernama Air Sunyi, yang memiliki nama yang sama dengan nama ibunya,
yang memberinya sebuah kesadaran baru.
Eksistensi
Manusia
Kekerasan. Itu yang terlihat sepanjang film ini. Novel tanpa Huruf R sendiri merupakan sebuah gambaran masyarakat Indonesia yang absurd, vulgar, brutal, penuh hiruk pikuk. Potret masyarakat yang sakit terekam dalam tiap scene.
Kekerasan. Itu yang terlihat sepanjang film ini. Novel tanpa Huruf R sendiri merupakan sebuah gambaran masyarakat Indonesia yang absurd, vulgar, brutal, penuh hiruk pikuk. Potret masyarakat yang sakit terekam dalam tiap scene.
Mencermati lebih dalam
film Novel tanpa Huruf R ini, Aria lebih dari sekedar menampilkan tema
kekerasan yang menjadi tema sentral dalam kehidupan sehari-hari, menu
kita bangun tidur saat menikmati kopi pagi dari berita-berita di koran
hingga malam hari saat kita beristirahat menonton teve.
Eksistensi manusia
sebagai makhluk Tuhan, sebagai makhluk dengan akal pikiran yang menjadikan
manusia sebagai makhluk mulia. Manusia sebagai subyek, manusia sebagai
obyek dari manusia lain merupakan tema utama dalam film Novel tanpa
Huruf R ini.
Adegan film ini dibuka saat Drum dan Ayahnya tergeletak di atas pasir pantai. Berlanjut pada perkembangan kehidupan Drum baik secara fisik maupun kejiwaannya. Sejak kecil Drum terbiasa melihat darah dan kematian. Ayahnya yang bekerja sebagai jagal kerbau, lingkungan kerja turut membentuk karakter dan realitas di dalam dan sekitar diri Drum.
Adegan film ini dibuka saat Drum dan Ayahnya tergeletak di atas pasir pantai. Berlanjut pada perkembangan kehidupan Drum baik secara fisik maupun kejiwaannya. Sejak kecil Drum terbiasa melihat darah dan kematian. Ayahnya yang bekerja sebagai jagal kerbau, lingkungan kerja turut membentuk karakter dan realitas di dalam dan sekitar diri Drum.
Kekerasan
sebagai realitas terkonstruksi
Kekerasan yang terekam erat dalam benak Drum, kekerasan yang dipraktekkan di dalam masyarakat oleh unsur-unsur mayarakat itu sendiri, ibunya yang hilang dan mati saat mereka dikejar-kejar hingga ke pantai oleh penduduk setempat karena suatu hal yang tidak terlalu dijelaskan dalam film ini.
Kekerasan yang terekam erat dalam benak Drum, kekerasan yang dipraktekkan di dalam masyarakat oleh unsur-unsur mayarakat itu sendiri, ibunya yang hilang dan mati saat mereka dikejar-kejar hingga ke pantai oleh penduduk setempat karena suatu hal yang tidak terlalu dijelaskan dalam film ini.
Kekerasan yang dipraktekkan
oleh aparat hingga lingkungan kerja sebagai wartawan kriminal yang sarat
dengan peristiwa kekerasan: pembunuhan, pembantaian. Kekerasan menjadi
sebuah konsumsi yang disukai masyarakat. Semakin vulgar berita kekerasan
semakin disukai publik. Media sebagai sebuah penyampai berita juga disindir
tajam dalam film ini sebagai sebuah pewarta nilai-nalai dengan moral
pasar, moral kekerasan itu sendiri.
Semuanya menjadi berbagai
kepingan yang membentuk sebuah realitas dalam diri Drum: kekerasan,
realitas itu diyakini drum sebagai sebuah kenyataan hidup yang dijalaninya.
Hingga suatu saat, konstruksi realitas yang terbangun dalam diri drum
mendapat tentangan saat dirinya bertemu dengan Air sunyi, seorang tokoh
antesis bagi realitas dalam diri Drum.
Interaksinya dengan
Air sunyi yang dibangun melalui hubungan yang tidak 'normal' dimana
Air sunyi disekap dan diikat oleh Drum, membuka kesadaran akan sebuah
nausĂȘe (meminjam istilah Sartre) atau kemuakkan akan realitas
yang hidup dalam dirinya.
Pada saat itu Drum
membuang segala hal yang berkaitan dengan hal yang mengkonstruksi realitas
kekerasan dalam dirinya, membakar semua potongan berita-berita kekerasan,
novel Kejet-kejet-nya, literatur dan teve yang membawa semua pesan kekerasan.
Sejak awal sepertinya
film ini telah dipersiapkan sebagai sebuah tragisme bagi tokoh Drum,
kehilangan ayah tercinta, kekasih, hingga Adik yang dipenjara karena
membunuh. Hal ini menjadi begitu terasa pada scene akhir film ini sebagai
klimaks dari kisah tragis ini, dimana Drum mempertanyakan eksistensi
dirinya, Tuhan, dengan sebuah pertanyaan bernada gugatan kepada sang
Khalik.
Potret
masyarakat sakit
Berbagai perilaku menyimpang, vulgar dan absurd terekam jelas dalam tiap scene dalam film ini, semua yang dilakukan baik secara sadar maupun tidak oleh tiap-tiap indivudu dalam masyarakat. Tiap individu yang bingung, yang mencari caranya masing-masing untuk melampiaskan semua hasrat yang terpampat.
Berbagai perilaku menyimpang, vulgar dan absurd terekam jelas dalam tiap scene dalam film ini, semua yang dilakukan baik secara sadar maupun tidak oleh tiap-tiap indivudu dalam masyarakat. Tiap individu yang bingung, yang mencari caranya masing-masing untuk melampiaskan semua hasrat yang terpampat.
Hubungan antar manusia
dalam film ini juga digambarkan sebagai sebuah konflik yang terus menerus
terjadi dan mereka ciptakan sendiri. Kekerasan diniscaya sebagai sebuah
bentuk penyelesaian setiap konflik yang terjadi. Manusia menjadi obyek
bagi lainnya, manusia merupakan kesialan bagi pihak lain. Pada saat
itu manusia tak lebih sebagai sebuah binatang berakal, yang menyatakan
dirinya melalui kekerasan.
Film
sebagai bahasa simbol dan pesan
Dalam film ini Aria banyak menggunakan bahasa simbol untuk menyatakan maksudnya. Selain itu Aria secara halus melalui tokoh Drum, mengajak kita untuk meneropong jauh ke kebelakang atas semua peristiwa kekerasan yang terjadi dalam masyarakat untuk mencari jawaban serta mengetahui secara jelas apa yang terjadi.
Dalam film ini Aria banyak menggunakan bahasa simbol untuk menyatakan maksudnya. Selain itu Aria secara halus melalui tokoh Drum, mengajak kita untuk meneropong jauh ke kebelakang atas semua peristiwa kekerasan yang terjadi dalam masyarakat untuk mencari jawaban serta mengetahui secara jelas apa yang terjadi.
Sebagai sebuah film,
Novel tanpa Huruf R sarat dengan berbagai pesan moral dari sang sutradara
itu sendiri sebagai kreator. Film sendiri sebagai sebuah karya memiliki
unsur-unsur dasar yang membentuknya menjadi sebuah kesatuan yang utuh.
Unsur-unsur dasar
dalam film Novel tanpa Huruf R cukup terjaga, gerak kamera yang efektif
terasa bisa menyampaikan pesan yang dimaksud dalam tiap adegan. Tata
suara yang juga berhasil membangun dramatisasi, tapi seperti yang dikatakan
saudara Anton sebelumnya, para pemain dalam film ini kurang berhasil
untuk untuk memunculkan ekspresi emosi dari tokohnya. Musik yang menjadi
latar belakang film ini juga terasa kurang maksimal. Akan tetapi sebagai
sebuah karya seni, film Novel tanpa huruf R ini merupakan sebuah karya
yang utuh dan otentik. Viva film Indonesia!
***
***
ceritanet
©listonpsiregar2000
©listonpsiregar2000
http://id.wikipedia.org/wiki/Novel_tanpa_huruf_R
| Novel tanpa huruf R | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Poster Film 'Novel Tanpa Huruf "R"' |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sutradara | Aria Kusumadewa | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Produser | Lola Amaria | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Penulis | BE Rasuli | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pemeran | Lola Amaria Agastya Kandou Otig Pakis Faizal Kamarullah Yati Surachman Norman R Fahrani |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Musik | Slank | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Distribusi | Tit's Film Production | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Durasi | 85 menit | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Negara | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
ISI LATAR BELAKANG
LATAR BELAKANG
Latar Belakang adalah poin terpenting dalam penulisan
laporan karya tulis ilmiah; skripsi atau Laporan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) karena Latar Belakang merupakan gambaran dari seluruh isi laporan.
Pembaca akan membaca seluruh laporan jika penyajian Latar Belakang menarik
pembaca atau bahkan langsung menilai kualitas laporan hanya berdasarkan
pennyajian Latar Belakang.
Pengaruh Latar Belakang terhadap kualitas laporan yang sangat besar memberikan rambu-rambu untuk tidak sembarangan dan tidak asal panjang dan lebar. Penulisan Latar Belakang harus memuat beberapa poin penting dengan alur sebagai berikut :
1. Fenomena
Mengemukakan berbagai keadaan di masyarakat atau di kalangan tertentu yang berhubungan dengan masalah yang akan di teliti. misalnya berbagai kebijakan pemerintah, issue pendidikan, kenakalan remaja, prestasi siswa dll
Pengaruh Latar Belakang terhadap kualitas laporan yang sangat besar memberikan rambu-rambu untuk tidak sembarangan dan tidak asal panjang dan lebar. Penulisan Latar Belakang harus memuat beberapa poin penting dengan alur sebagai berikut :
1. Fenomena
Mengemukakan berbagai keadaan di masyarakat atau di kalangan tertentu yang berhubungan dengan masalah yang akan di teliti. misalnya berbagai kebijakan pemerintah, issue pendidikan, kenakalan remaja, prestasi siswa dll
2. Kondisi Ideal didukung
Teori-teori terbaru
Mengemukakan kondisi yang diharapkan
oleh siswa, masyarakat atau pemerintah didukung oleh pemaparan berbagai kajian
teori yang merujuk kondisi yang diinginkan atau kondisi yang seharusnya.
3. Kondisi Empiris
Mengemukakan kondisi yang terjadi
terhadap obyek yang akan di teliti disertai berbagai bukti yang mendukung
terhadap pengungkapan kondisi tersebut.
4.Penemuan Masalah
Berdasarkan pengungkapan kondisi
ideal dan kondisi empiris (No. 2 dan No. 3) di atas maka akan muncul
ketimpangan antara keduanya yang kemudian akan di analisis dan di teliti.
5. Alasan Penelitian
Pada bagian akhir penulisan Latar
Belakang kemukakan pentingnya penulisan dan pentingnya pemilihan
permasalahan yang di teliti serta
Sabtu, 20 April 2013
WARISAN dan DASAR HUKUM
Warisan adalah harta peninggalan yang ditinggalkan pewaris kepada ahli waris. Warisan berasal dari bahasa Arab Al-miirats, dalam bahasa arab adalah bentuk masdar (infinititif) dari kata waritsa- yaritsu- irtsan- miiraatsan. Maknanya menurut bahasa ialah ‘berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain’. Atau dari suatu kaum kepada kaum lain.[1]
Ahli waris adalah orang-orang yang berhak menerima harta peninggalan (mewarisi) orang yang meninggal, baik karena hubungan keluarga, pernikahan, maupun karena memerdekakan hamba sahaya (wala’).[2]
Harta Warisan yang dalam istilah fara’id dinamakan tirkah (peninggalan) adalah sesuau yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal, baik berupa uang atau materi lainyayang dibenarkan oleh syariat Islam untuk diwariskan kepada ahli warisnya.[3]
Pewaris adalah orang yang meninggal dunia, baik laki-laki maupun perempuan yang meninggalkan sejumlah harta benda maupun hak-hak yang diperoleh selama hidupnya, baik dengan surat wasiat maupun tanpa surat wasiat. Adapun yang menjadi dasar hak untuk mewaris atau dasar untuk mendapat bagian harta peninggalan menurut Al-Qur’an yaitu:
a. Karena hubungan darah, ini di tentukan secara jelas dalam QS. An-Nisa: 7, 11, 12, 33, dan 176.
b. Hubungan pernikahan.
c. Hubungan persaudaraan, karena agama yang di tentukan oleh AL- Qur’an bagiannya tidak lebih dari sepertiga harta pewaris (QS. Al-Ahzab: 6).
d. Hubungan kerabat karena sesame hijrah pada permulaan pengembangan Islam, meskipun tidak ada hubungan darah (QS. Al-Anfal: 75).[4]
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)
